Sunday, November 22, 2009

Allah Maha Pemurah

Panen Amal

Di Kuliah 22, dikupas tentang poin-poin keburukan kita. Yang dengannya saya ingin membuka mata, jika ada seseorang berdoa dan beramal, lalu belum kunjung selesai juga masalahnya, please, jangan cepat-cepat putus asa. Lihat-lihat juga kelakuan kita sebelum mengambil jalannya orang-orang yang baik. Apabila ternyata kita-kita ini termasuk orang yang rajin mengumpulkan poin keburukan, alias senang melakukan maksiat, keburukan dan dosa, maka ya banyak-banyak bersyukur saja kepada Allah. Kenapa mesti banyak bersyukur? Ya, sebab dipanjangkannya umur kita saja , sudah merupakan karunia dari Allah. Dengan itu, kita bisa memperbaharui iman kita, bisa bertaubat, bisa kemudian mengejar ketertinggalan kita. Dan karunia bisa bertaubat sendiri adalah satu karunia yang masya Allah, mahal sekali. Teramat mahal malah. Banyak orang yang tiada sempat bertaubat, tapi kita diberi-Nya kesempatan bertaubat. Dan tiada yang bertaubat kecuali itu adalah untuk kebaikannya sendiri.


“… Wa man tazakkaa fainnamaa yatazakkaa linafsihi. Wa ilallaahil mashiir, Dan barangsiapa yang menyucikan diri, sesungguhnya ia menyucikan dirinya sendiri. Dan kepada Allah lah tempat kembali”. (Qs. Faathir: 18).

“Fa-almahaa fujuuraha wataqwaahaa. Qad aflaha man zakkaahaa wa qad khaabamandassaahaa, Allah mengilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketaqwaan. Sungguh beruntung orang yang membersihkannya dan sungguh merugi orang mengotorinya”. (Qs. asy Syams: 8-10).


Dalam satu dua masa libur yang saya tambah panjangkan masa liburnya nih KuliahOnline, saya meminta kepada semua Peserta KuliahOnline untuk menjelajahi kolom-kolom lain di Wisatahati.com. Ada saya suruh peserta untuk membuka artikel-artikel lepas dan kolom-kolom sms jamaah. Antara lain maksudnya untuk melihat-lihat yang sekorelasi dengan kuliah kita ini.

Di antara sekian banyak artikel saya, saya meng-upload sms-sms dari jamaah berikut jawaban saya. Tentu saja nama dan nomornya udah saya samarkan. Di antara sms itu ada yang bertanya, mengapa saya koq sudah 5 tahun terakhir ini berikhtiar dengan jalan sedekah dan bangun malam, koq tetap tidak mendapatkan jodoh? Sebagiannya bertanya, mengapa begini begitu, seputar pengakuan sudah nge-track, ngebut, berbuat amal saleh tapi hajatnya belum juga terkabul; entah itu jodoh, atau hal-hal lainnya seperti hutang, rizki, pekerjaan, anak keturunan, dan lain-lain. Saya rata-rata menjawab dengan pertanyaan: Bagaimana masa lalunya? Apa yang terjadi hari ini, sangat terkait dengan kemaren. Ini bukan menghukum diri, ini untuk mengoreksi. Kita mencari tahu dengan cermin kejujuran diri, tapi justru agar kita termasuk orang-orang yang beruntung, yakni berkenan untuk menyucikan jiwa kita yang kotor. Ada yang menjawab sedang tidak bicara dengan ibunya, sebab satu dan dua hal. Ada yang mengatakan sebelumnya senang sekali berzina. Ada yang mengatakan udah kebanyakan makan uang haram. Ada yang mengatakan baru saja bertaubat dari judi dan meninggalkan shalat. Ya itu lah. Perlu banyak-banyak bersyukur. Karena Kemurahan Allah lah, kitakita ini masih diberi-Nya kesempatan umur panjang dan kesempatan bertaubat. Dua ini saja, rasanya lebih mahal dari apa yang menjadi hajat kita.

Berikut ini cuplikan artikel saya tentang apa yang perlu kita lakukan supaya Allah berkenan

“memangkas masa pemberlakuan hukuman/azab”:

Hendaknya kita meng-enolkan dulu semua perbuatan buruk kita dengan bertaubat. Menghentikan perbuatan buruk, judi misalnya, tidak serta merta dianggap bertaubat. Perlu ada pernyataan lisan dari kita. Pernyataan memohon ampun. Pernyataan permohonan maaf. Kita minta ampun sama Allah, minta maaf pada-Nya atas semua kesalahan-kesalahan kita.

Cara yang paling efektif di awal adalah shalat taubat. Shalatnya cukup 2 rakaat saja dengan bacaan bebas di setiap rakaatnya. Tapi, persiapkan diri yang betul, dengan benar-benar mendidik diri sebelum shalat, bahwa sebentar lagi kita akan menegakkan shalat dengan membawa dosa-dosa yang mau kita mintakan ampun kepada Allah. Allah sudah berjanji akan mengampuni kita bila kita mau datang kepada-Nya, bahkan Allah akan memberikan ampunan-Nya lebih banyak ketimbang dosa yang kita bawa kepada-Nya. Habis itu perbanyak shalat-shalat taubat di setiap kesempatan.

Di awal-awal saya dulu meniti jalan pertaubatan, malah saya usahakan di setiap shalat fardhu, saya menegakkan shalat taubat plus shalat hajat. Shalat taubat untuk masa lalu saya, shalat hajat untuk masa depan saya. Bahkan sekarang-sekarang ini, saya mulai galakkan lagi. Selain tentu saja sehat, sebab ada gerakan-gerakan shalat yang menyehatkan fisik, menegakkan shalat sunnah taubat dan hajat juga menjadi satu keberkahan tersendiri adanya. Begitu banyak fadhilah untuk masa lalu dan masa depan kita.

Kemudian setelah itu, kejar semua ketertinggalan kita dengan banyak-banyak istighfar, dan menghidupkan sunnah-sunnah semaksimal-maksimalnya kemampuan kita. Bukan seadanya loh ya. Semaksimalnya. Yang disebut ibadah sunnah itu; qabliyah ba’diyah, dhuha, tahajjud, witr, baca al Qur’an, shalat berjamaah, sedekah, dan menahan diri dari perbuatan-perbuatan buruk yang baru.

Demikian cuplikan artikel saya mudah-mudahan bermanfaat.

Terus motivasi diri kita. Allah itu Maha Pemurah. Untuk mengejar ketertinggalan kita, Allah sediakan ampunan dan jalan-jalan kebaikan yang luar biasa yang insya Allah menjadi enteng buat kita mengubur dosa-dosa kita, meng-enolkan maksiat kita, dan selanjutnya kita melaju bebas di jalan-jalan kebaikan.

Untuk lebih lengkapnya silahkan download versi cetaknya :
KDW0125 Seri 25 dari 41 seri/esai
Load disqus comments

0 komentar