Sunday, November 15, 2009

PBNU: Idul Adha Hampir Dipastikan Bersamaan

Data hisab almanak PBNU yang disusul oleh Lajnah Falakiyah menunjukkan ijtima’ awal bulan atau konjungsi akan jatuh pada 17 November pukul 02.13.57 WIB

Hidayatullah.com--Hari raya Idul Adha 1430 H di Indonesia tahun ini hampir dipastikan bersamaan. Berdasarkan data hisab beberapa ormas Islam dan Departemen Agama, awal Dzulhijjah diperkirakan akan jatuh pada 18 November sehingga hari raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1430 H akan jatuh pada 27 November 2009.

Sementara rukyatul hilal yang diadakan pada akhir Dzulqa’adah atau 17 November hampir dipastikan akan berhasil karena posisi hilal diyatakan sudah sangat mungkin untuk dirukyat, sehingga keesokan harinya sudah bisa dinyatakan sebagai awal bulan baru.

Data hisab dalam almanak PBNU yang disusul oleh Lajnah Falakiyah menunjukkan ijtima’ awal bulan atau konjungsi akan jatuh pada 17 November pukul 02.13.57 WIB. Sementara hilal pada saat Matahari terbenam pada hari itu atau akhir bulan Dzulqo’dah sudah mencapai ketinggian 4,48 derajat dan lama di atas ufuk mencapai 27 menit 40 detik.

Berdasarkan data itu maka awal Dzulhijjah diperkirakan akan jatuh pada 18 November 2009 karena hilal akan mudah dirukyat.

Lajnah Falakiyah NU sendiri akan mengkoordinir pelaksanaan rukyat pada akhir bulan Dzulqa’dah di sedikitnya 75 titik rukyat seluruh Indonesia. Jika salah satu dari titik rukyat telah berhasil melihat hilal maka rukyat dinyatakan berhasil.

”Mudah mudahan ada yang berhasil. Ya kita lihat saja nanti mengingat sekarang musim hujan dan banyak daerah yang mendung,” kata anggota Litbang Pengurus Pusat Lajnah Falakiyah PBNU dikutip NU Online, Jum'at (13/11).

Hendro sendiri akan mengordinir pelaksanaan rukyat awal Dzulhijjah di Pelabuhan Ratu Jawa Barat. Pelabuhan Ratu menjadi salah penentu awal Syawal kemarin dalam sidang itsbat Departemen Agama karena para perukyat NU berhasil menyaksikan hilal di tempat ini. [nurid/www.hidayatullah.com]


Load disqus comments

0 komentar