Wednesday, January 13, 2010

Cari Allah Dulu (I)

Banyak kesia-siaan dari ikhtiar kita,
sebab kita tidak melibatkan Allah.

Saya akan coba sodorkan beberapa kisah orang-orang yang melibatkan Allah, untuk menggambarkan bagaimana sih suasana hati dan pola hidup melibatkan Allah itu. Sebelumnya, kita coba pelajari beberapa ayat berikut ini. Silahkan saudara-saudara peserta KuliahOnline ambil wudhu dan ambil al Qur’an terjemah. Buat perempuan-perempuan yang sedang haidh, niatkan belajar, agar tidak mengapa menyentuh dan membuka al Qur’an. Insya Allah (buat yang sedang haidh, atau ada yang tidak sepaham, ya ga usah buka al Qur’an kalo ragu, web admin):

“Iyaaka na’budu wa iyaaka nasta’iin. Ihdinash shirootol mustaqiem. Shirootol ladziina an’amta ‘alaihim ghoiril maghdhuubi ‘alaihim waladh-dhoolliin, kepada Engkau sahaja kami menyembah dan kepada Engkau sahaja kami meminta pertolongan. Tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus. Jalan orang-orang yang Engkau beri ni’mat bukan jalan orang-orang yang murkai dan bukan pula jalan yang sesat”. (Qs. Al Faatihah: 5-7).

“Qul huwallaahu ahad. Allaahush shamad. Lam yalid wa lam yuulad. Wa lam yakul lahuukufuwan ahad, katakanlah Dia lah Allah yang satu. Allah tempat bergantung. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada sekutu bagi-Nya”. (Qs. Al Ikhlaash: 1-4).

“Qul lillaahis syafaa’atu jamii’an. Lahuu mulkussamaawaati wal ardh wailaihi turja’uun, katakanlah hanya kepunyaan Allah saja pertolongan itu. Bagi-Nya Kekuasaan di langit dan di bumi, dan kepada-Nya kalian semua dikembalikan”. (Qs. Az Zumar: 44).

“Wa-iy-yamsaskallaahu falaa kaasyifa lahuu illaa huu. Wa-iy-yamsaska bikhoirin fahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir… Dan jika Allah menimpakan kemudharatan kepadamu, maka tidak akan ada yang dapat menghilangkannya kecuali Allah sendiri. Dan jika Allah sudah berkenan mendatangkan kebaikan buatmu, meski itu seperti tidak mungkin, maka ketahuilah Allah itu begitu Kuasa atas segala sesuatu”. (Qs. Al An’aam: 17).

“Maa yaftahillaahu linnaasi mir rahmatin falaa mumsika lahaa. Wamaa yumsik falaa mursila lahuu mim ba’dih. Wahuwal ‘aziizul hakiim… Apa-apa yang Allah bukakan dari satu rahmat untuk manusia, maka tidak akan ada yang bisa menghalanginya. Dan sebaliknya, jika Allah sudah menahannya, tidak akan ada yang bisa juga melepasnya. Dan Dia lah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Qs. Faathir: 2).

“Yaa-ayyuhan-naasudzkuruu ni’matallahi ‘alaikum. Hal min khaaliqin ghairullahi yarzuqukum minassamaa-i wal ardh. Laa ilaaha illaa huu. Fa-annaa tu’fakuun… Wahai manusia, ingatlah ni’mat Allah kepadamu. Apakah ada selain Allah yang memberikanmu rizki dari langit dan bumi? Tidak ada, kecuali Allah. Maka mengapakah kamu bisa berpaling?”. (Qs. Faathir: 3).

“Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum. Laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa nauum. Lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil ardh. Man dzal-ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih. Ya’lamu maa baina aydiihim wa maa khalfahum. Walaa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihii illaa bi maa syaa-a. wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardh. Walaa ya-uuduhuu hifdzhuhumaa wahuwal ‘aliyyul adzhiim... Allah, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa-apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat kecuali dengan izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa kecuali yang Allah kehendaki. Kekuasaan Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Agung”. *Qs. Al Baqarah: 255).

“A-attakhidzuu min duunihii aa-lihatan. Iy-yuridnir rahmaanu bidhurrin laa tughni ‘annii syafaa’atuhum syai-an walaa yunqidzuun… Apakah kalian akan mengambil tuhan selain Allah? Jika Yang Maha Pengasih sudah menghendaki kemudharatan kepadaku niscaya pertolongan siapapun tidak akan memberi manfaat dan tidak pula bisa menyelamatkanku”. (Qs. Yaasiin: 23).

Berikut ada satu hadits yang mewakili juga pelajaran tauhid: “ ‘an Ibni ‘Abbaas radhiyallaahu ‘anhu kuntu khalfa Rasuulillaahi shallallaahu ‘alaihi wasallam wa qaala yaa ghulaam, innii u’allimuka bikalimaatin: ihfadzillaaha yahfadzka, fa-idzaa sa-alta fas-alillaah, fa-idzas ta’anta fasta’in billaah… dari Ibnu Abbas r.a. dia berkata, aku pernah duduk di belakangnya ontanya Rasulullah dan beliau bersabda, yaa ghulaam… wahai anakku, maukah engkau aku ajarkan beberapa kalimat? Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu. Jika kamu hendak meminta, mintalah kepada Allah. Jika kamu hendak memohon pertolongan, mintalah pertolongan dari Allah”. Dan kalau Allah sudah berkehendak menolong, Kun Fayakuun sifatnya: “Innamaa qaulunaa lisyai-in idzaa aradnaahu an naquula lahuu kun fayakuun… Sesungguhnya perkataan Kami jika kami menghendakinya cukup bagi Kami dengan mengatakan Kun Fayakuun, jadi, maka jadilah!”. (Qs. An Nahl: 40).

Ada 7 tempat lagi di dalam al Qur’an yang mengandung “Kun Fayakuun”, selain ayat ke-40 surah an Nahl di atas. Yaitu di: al Baqarah: 117, Aali ‘Imraan: 47, Aali ‘Imraan: 59, al An’aam: 73, Maryam: 35, Yaasiin: 82 (ini yang termasyhur) dan di al Mukmin: 68. Coba saudara ambil al Qur’an terjemah, dan buka itu al Qur’an terjemah. Jelajahi satu demi satu ayat yang saya sertakan di lembara KuliahOnline hari ini. Pelan-pelan. Sampe meresap di hati. Insya Allah kita lanjutkan besok kuliahnya. Waba’du, saya bisa mengajar saudara-saudara semua bisa menerjemahkan al Qur’an hanya sekali ketemu. Ya, hanya sekali ketemu, langsung bisa menerjemahkan al Qur’an. Ga perlu lancar baca tulis arab. Gimana caranya? Gampang, saya suruh saja saudara mencari al Qur’an terjemah. Nah, langsung bisa dah tuh menerjemahkan al Qur’an, he he he. Ya iyalah sebab kan udah ada terjemahannya. Maaf, ini hal sepele. Tapi sayangnya, bener-bener tidak semua muslim memiliki al Qur’an terjemahan. Silahkan coba jelajahi BelanjaOnline di web kesayangan saudara ini: www.wisatahati.com. Insya Allah saudara bisa memesan al Qur’an terjemahan melalui web ini. Silahkan ya. Jangan sampe kitakita ini ga punya al Qur’an terjemah di rumah kita, dan di kantor kita. Bilamana perlu, kita hadiahkan al Qur’an untuk kanan kiri kita. Alhamdulillah.


Untuk lebih lengkapnya silahkan download versi cetaknya :

KDW0128 Seri 28 dari 41 seri/esai


Load disqus comments

0 komentar